Disentri

WASPADA Disentri !!!

Taukah anda  penyakit disentri ??? belum tahu, yuk kita simak secara singkat mengenai disentri di artikel ini.

DEFINISI

Disentri atau di masyarakat umum lebih dikenal dengan penyakit  radang usus yang menyebabkan diare disertai darah atau lendir. Diare sendiri ditandai dengan sering buang air besar yang lembek atau cair.

Berdasarkan penyebabnya, disentri terbagi menjadi dua jenis:

  • Disentri basiler atau shigellosis. Terjadi ketika tubuh terinfeksi oleh bakteri shigella.
  • Disentri amuba atau amoebiasis. Terjadi ketika tubuh terinfeksi Entamoeba histolytica yaitu amuba yang banyak ditemukan di daerah tropis.

Penyakit ini sangat menular karena, amuba dan bakteri penyebab disentri dapat berpindah melalui kontak langsung dengan bakteri pada feses, serta melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi, atau berenang di air yang terkontaminasi.

Apa yang meningkatkan risiko penyakit disentri?

Ada banyak faktor hal yang dapat meningkatkan risiko  terkena penyakit disentri, di antaranya:

  • Balita. Infeksi ini paling banyak terjadi pada anak-anak berusia di antara 2 hingga 4 tahun.
  • Tinggal di perumahan padat penduduk atau mengikuti aktivitas kelompok. Kontak yang dekat dengan orang lain memudahkan penyebaran bakteri dari seseorang ke orang lain. Wabah shigella lebih umum terjadi di pusat penitipan anak, kolam rendam umum, panti jompo, penjara, dan barak militer.
  • Tinggal atau berpergian ke daerah dengan sanitasi yang buruk. Orang yang tinggal atau berpergian ke negara-negara berkembang lebih mudah terkena infeksi bakteri atau amoeba penyebab disentri.

Apa saja tanda-tanda dan gejala disentri?

Secara umum, gejala disentri adalah:

  • Diare yang sering kali disertai darah atau lendir.
  • Demam.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Kram perut.

Gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu mengatasi disentri:

  • Perbanyak istirahat, hindari melakukan aktivitas yang berat selama beberapa waktu.
  • Minum obat sesuai yang dianjurkan dokter.
  • Jika anak menggunakan popok dan memiliki infeksi bakteri, bersihkan tempat penggantian popok dengan disinfektan, seperti cairan pemutih perabotan dan buang popok di tempat sampah yang tertutup. Kemudian cuci tangan Anda dengan sabun dan air hangat.
  • Orang yang memiliki infeksi bakteri tidak boleh mempersiapkan makanan atau menuangkan air untuk orang lain. Bakteri masih ada di tubuh orang yang memiliki shigellosis sampai 1 atau 2 minggu setelah gejala muncul.
  • Menjaga kebersihan makanan atau minuman, dan alat makan agar infeksi tidak menyebar ke orang di sekitar.
  • Mengonsumsi makanan lunak, tinggi protein dan rendah serat.
  • Hindari mengonsumsi makanan yang terlalu pedas, asam, berminyak, berlemak, dan makanan mentah.
  • Hindari mengonsumsi susu dan produk susu lainnya yang tidak dipasteuriasi.
  • Hindari mengonsumsi minuman kemasan jika segelnya rusak.
  • Cukupi kebutuhan cairan tubuh dengan banyak minum air putih.
  • Cuci tangan teratur dengan sabun dan air hangat untuk mengurangi risiko penyebaran infeksi.

Makanan untuk mencegah Penyakit Disentri

Seperti yang diungkapkan oleh www.vemale.com, yang memberikan alternatif obat dengan bahan alami yang mudah Anda temukan dan dapatkan, seperti misalnya

1. Jus jeruk
Mengonsumsi jus jeruk dengan tambahan sedikit air adalah penyembuh alami untuk disentri. Ini karena buah jeruk membantu mendorong bakteri baik di dalam usus untuk tumbuh. Anda juga bisa menambahkan yogurt atau buttermilk untuk membunuh bakteri jahat dan menghasilkan asam asetat.

2. Susu delima
Jika Anda tidak terlalu suka yogurt, maka menggantinya dengan susu juga sangat baik. Namun ini harus dicampur dengan rebusan kulit delima karena kulit delima memiliki banyak antioksidan. Anda bisa merebus kulit delima paling tidak 50 gr dalam 250 ml susu, biarkan hingga mendidih 10 menit dan angkat, minum selagi hangat.

3. Teh hitam dan madu
Teh hitam memiliki tannin untuk mengurangi peradangan usus. Minum secangkir teh hitam hangat juga memberikan efek mendinginkan di perut, sehingga sangat baik untuk penderita disentri. Sedangkan madu merupakan obat alami antibakteri dan anti-inflamasi, sehingga sangat baik mengatasi disentri. Jika Anda memiliki teh hijau, maka akan lebih baik.

4. Wortel, pisang
Wortel dan pisang merupakan makanan kaya vitamin dan mineral yang dapat memberikan energi tambahan untuk penderita disentri sekaligus mengurangi penderitaan disentri. Saat mengalami disentri, Anda bisa merasa sangat lelah, oleh karena itu, makan banyak makanan berserat dan berenergi akan sangat membantu mengembalikan kekuatan tubuh Anda.

UNTUK MENCEGAH PENYAKIT DISENTRI KAMI REKOMENDASIKAN DENGAN MENGKONSUMSI MADU HITAM ALHIJRA

ALHIJRA MADU HITAM SOLUSI NYA!!!.  Terobosan baru obat herbal paling ampuh mengatasi berbagai macam penyakit tanpa menimbulkan efek samping. Karena kandungan di dalamnya di racik dari rempah rempah alami yang mampu mengatasi berbagai macam penyakit. Ampuh berdasarkan testimoni.

Telp / SMS / WA : 082123456607
Format sms ketik :
“ALHJR : Nama lengkap + jumlah produk + alamat lengkap ( jalan, rt/rw, no rumah, desa/kel, kec, kab/kota + no tlp)

SANGAT AMAN DI KONSUMSI OLEH KALANGAN SIAPA SAJA BAIK ANAK-ANAK MAUPUN ORANG TUA.

IKUTI CARA PENGONSUMSIANNYA !!!

SALAM SEHAT  ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *